Minggu, 24 Oktober 2010

MAKALAH ETIKA PROFESIONAL AKUNTAN PUBLIK


BAB II
PEMBAHASAN

1.        PENGERTIAN ETIKA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) Etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat. Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Perkembangan etika yaitu studi tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan pada umumnya.
Sedangkan etika profesi dapat diartikan sebagai adalah aturan-aturan atau norma-norma yang dijadikan dasar atau pedoman bagi seorang professional dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari.

Fungsi Etika
1.    Sarana untuk memperoleh orientasi kritis berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan
2.    Menampilkan keterampilan intelektual yaitu kemampuan untuk berargumen secara rasional dan kritis

Faktor-faktor yang mempengaruhi pelanggaran etika
1.    Kebutuhan individu
2.    Tidak ada pedoman
3.    Perilaku dan kebiasaan individu yang terakumulasi dan tak dikoreksi
4.    Lingkungan yang tidak etis
5.    Perilaku dari komunitas






2.        PRINSIP ETIKA PROFESI IKATAN AKUNTAN INDONESIA

1.    Tanggung Jawab Profesi
Dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai profesional, setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.
                         i.     anggota harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sama dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat dan menjalankan tanggung jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri.

2.    Kepentingan Publik
Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik dan menunjukkan komitmen atau profesionalisme.
i.         Profesi akuntan memegang peranan penting dalam masyarakat, dimana publik dari profesi akuntan bergantung kepada obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib.
ii.       Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan prestasi tinggi dan sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.
iii.     Dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya, anggota harus bertindak dengan penuh integritas.
iv.     Anggota diiharapkan untuk memberikan jasa berkualitas, mengenakan imbalan jasa yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa yang dilakukan dengan profesionalisme yang konsisten dengan prinsip etika profesi.
v.       Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik.
vi.     Dalam melaksanakan tugasnya, seorang akuntan harus mengikuti standar profesi yang menitikberatkan pada kepentingan publik.


3.    Integritas
Untuk memelihara dan meningkatkan kepercayaaan publik, setiap anggota harus memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin.
i.         Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan publik dan merupakan patokan bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya.
ii.       Integritas mengharuskan seorang anggota untuk bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa.
iii.     Integritas mengharuskan anggota untuk menaati baik bentuk maupun jiwa standar teknis dan etika.
iv.     Integritas mengharuskan anggota untuk mengikuti prinsip objektivitas dan kehati-hatian profesional.

4.    Objektivitas
Setiap anggota harus menjaga objektivitas dan bebas dari benturan kepentingan dalam pemenuhan kewajiban profesionalnya.
i.         Prinsip objektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka, serta bebas dari benturan kepentingan atau berada dibawah pengaruh pihak lain.
ii.       Anggota bekerja dalam berbagai kapasitas yang berbeda dan harus menunjukkan obyektivitas mereka di berbagai situasi.

5.    Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional
Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya dengan kehati-hatian, kompetensi dan ketekunan, serta mempunyai kewajiban untuk mempertahankan pengetahuan dan keterampilan profesional.
i.         Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan.
ii.       Dalam semua penugasan dan tanggung jawabnya, setiap anggota harus melakukan upaya untuk mencapai tingkatan kompetensi yang menyakinkan bahwa kualitas jasa yang diberikan memenuhi tingkatan profesionalisme tinggi.
iii.     Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pemeliharaan suatu tingkatan pemahaman dan pengetahuan yang memungkinkan seorang anggota untuk memberikan jasa dengan kemudahan dan kecerdikan.
iv.     Aggota harus tekun dalam memenuhi tanggung jawabnya kepada penerima jasa dan publik.

6.    Kerahasiaan
Setiap anggota harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapakan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkan.
i.         Anggota mempunyai kewajiban untuk menghormati kerahasiaa informasi tentang klien atau  pemberi kerja yang diperoleh melalui jasa profesional yang diberikannya.
ii.       Kerahasiaan harus dijaga oleh anggota kecuali jika persetujuan khusu telah diberikan atau terdapat kewajiban legal atau profesional untuk mengungkapkan informasi.
iii.     Anggota mempunyai kewajiban untuk memastikan bahwa staf dibawah pengawasannya dan orang-orang yang diminta nasihat dan bantuannya menghormati prinsip kerahasiaan.
iv.     Kerahasiaan tidak semata-mata masalah pengungkapan informasi. Anggota diharuskan memperolah informasi selama melakukan jasa profesioonal tidak menggunakan atau terlibat menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi atau keuntungan pihak ketiga.
v.       Anggota yang mempunyai akses terhadap informasi rahasia tentang penerima jasa tidak boleh mengungkapkannya ke publik.
vi.     Kepentingan umum dan profesi menuntut bahwa standar profesi yang berhubungan dengan kerahasiaan didefinisikan bahwa terdapat panduan mengenai sifat dan luas kewajiban kerahasiaan serta mengenai berbagai keadaan dimana informasi yang diperoleh selam melakukan jasa profesional dapat atau perlu diungkapkan.

7.    Perilaku Profesional
Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.
i.         Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

8.    Standar Teknis
Setiap anggota harus melakukan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan.
i.         Standar teknis dan standar profesional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia, International Federation of Accountants, badan pengatur dan peraturan perundang-udangan yang relevan.


3.        ATURAN ETIKA KOMPARTEMEN AKUNTAN PUBLIK

100           Independensi, Integritas dan Objektivitas
101      Independensi
Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus selalu mempertahankan sikap mental independen didalam memberikan jasa profesional sebagaimana diatur dalam standar profesional akuntan publik yang ditetapkan oleh IAI.

102      Integritas dan Objektivitas
Dalam menjalankan tugasnya, anggota KAP harus mempertahankan integritas dan objektivitas, harus bebas dari benturan kepentingan dan tidak boleh membiarkanfaktor salah saji material yang diketahuinya atau mengalihkan pertimbangannya pada pihak lain.

200           Standar Umum dan Prinsip Akuntansi
201      Standar Umum
Anggota KAP harus mematuhi standar berikut beserta interpretasi yang terkait yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan IAI:
A.                 Kompetensi profesional
B.                  Kecermatan dan keseksamaan profesional
C.                  Perencanaan dan supervisi
D.                 Data relevan yang memadai

202      Kepatuhan terhadap Standar
Anggota KAP yang melaksanakan penugasan jasa profesional wajib mematuhi standar yang dikeluarkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan oleh IAI.

203      Prinsip Akuntansi
Anggota KAP tidak diperkenankan:
1.                   Menyatakan pendapat bahwa laporan keuangan atau data keuangan lain suatu entitas disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
2.                   Menyatakan bahwa Ia tidak menemukan perlunya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan agar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku, apabila laporan memuat penyimpangan yang berdampak material terhadap laporan dari prinsip-prinsip akuntansi yang ditetapkan oleh badan pengatur standar yang ditetapkan IAI.


300           Tanggung Jawab Kepada Klien
301      Informasi Klien yang Rahasia
Anggota KAP tidak diperkenankan mengungkapkan informasi klien yang rahasia, tanpa persetujuan dari klien.

302      Fee Profesional
A.      Besaran Fee
Anggota KAP tidak diperkenankan mendapatkan klien dengan cara menawarkan fee yang dapat merusak citra profesi.
B.       Fee Kontinjen
Fee kontinjen adalah fee yang ditetapkan untuk pelaksanaan suattu jasa profesional tanpa adanya fee yang akan dibebankan, kecuali ada temuan dimana jumlah fee tergantung pada temuan atau hasil tersebut. Anggota KAP tidak diperkenankan untuk menetapkan fee kontijen apbila penetapan tersebut dapat mengurangi indenpendensi.

400           Tanggung Jawab kepada Rekan Seprofesi
401      Tanggung Jawab Kepada Rekan Seprofesi
Anggota wajib memelihara citra profesi dengan tidak melakukan perkataan dan perbuatan yang dapat merusak reputasi rekan seprofesi.

402      Komunikasi Antar Akuntan Publik
Anggota wajib berkomunikasitertulis dengan akuntan publik pendahulu bila akan mengadakan perikatan audit emnggantikan akuntan publik pendahulu.

403      Perikatan Atestasi
Akuntan publik tidak diperkenankan mengadakan perikatan atestasi yang jenis atestasi dan periodenya sama dengan perikatan yang dilakukan oleh akuntan yang lebih dahulu ditunjuk klien, kecuali apabila perikatan tersebut dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan perundang-undagan.

500           Tanggung Jawab dan Praktik Lain
501      Perbuatan dan Perkataan yang Mendiskreditkan
Anggota tidak diperkenankan melakukan tindakan dan mengucapkan perkataaan yang mencemarkan profesi.

502      Iklan, Promosi, dan Kegiatan Pemasaran Lainnya
Anggota dalam menjalankan praktik akuntan publik diperkenankan mencari klien melalui pemasangan iklan, melakukan promosi pemasaran dan kegiatan pemasaran lainnya sepanjang tidak merendahkan citra profesi.

503      Komisi dan Fee Referal
A.      Komisi
Komisi adalah imbalan dalam bentuk uang atau barang yang diberikan kepada atau diterima klien/pihak lain untuk memperoleh perikatan dari klien/pihak lain. Anggota KAP tidak diperkenankan untuk memberikan/menerima komisi apabila pemberian/penerimaan komisi tersebut dapat mengurangi indenpendensi.
B.       Fee Referal(rujukan)
Fee Referal adalah imbalan yang dibayarkan/diterima kepada/dari sesama penyedia jasa profesional akuntan publik. Fee referal hanya diperkenankan bagi sesama profesi.

504      Bentuk Organisasi dan KAP
Anggota hanya dapat berpraktik akuntan publik dalam bentuk organisasi yang diizinkan oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan atau yang tidak menyelesaikan dan merendahkan citra profesi. 

BAB III
KESIMPULAN

Untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, setiap profesi menerapkan standar mutu yang tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya. Sama halnya dengan profesional lainnya, akuntan publik juga mempunyai kode etik profesi. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan ini bersumber dari prinsip etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik bagi profesi akuntan di Indonesia pertama kali ditetapkan IAI pada tahun 1973 yang disempurnakan dalam kongres tahun 1981, 1986, 1994 dan 1998.
Kode Etik Ikatan Akuntan Indonesia dijabarkan dalam Etika Kompartemen Akuntan Publik untuk mengatur perilaku akuntan yang menjadi anggota IAI yang berpraktik dalam profesi akuntan publik. Kode Etik IAI dibagi menjadi empat: (1) Prinsip Etika, (2) Aturan Etika, (3) Interpretasi Aturan Etika, (4) Tanya dan jawab.
Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik terdiri dari:
100Independensi, Integritas dan Objektivitas
200Standar Umum dan Prinsip Akuntansi
300Tanggung Jawab kepada Klien
400Tanggung Jawab kepada Rekan Seprofesi
500Tanggung Jawab dan Praktik Lain

Pada skala internasional dikenal juga kode etik yang ditetapkan oleh AICPA ( American Institute of Certified Public Accountants).
Ada 6 prinsip kode etik yang ditetapkan AICPA:
  1. Tanggung Jawab
  2. Kepentingan publik
  3. Integritas
  4. Objektivitas dan Indenpendensi
  5. Due Care
  6. Lingkup dan Sifat Jasa
DAFTAR PUSTAKA





Mulyadi. Auditing. Edisi ke-6. Jakarta: PT Salemba Empat, 2002.
vinakurniadi.blogspot.com
devin27.wordpress.com
elearning.gunadarma.ac.id
4putaput.weebly.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar